Menjadi Narsum jadi2an part 2
Menjadi Narasum Jadi-Jadian Part 2
Assalamualaikum, Wr Wb
Udah lancar nulis di blognya?
Kali ini Saya akan membagikan pengalaman Saya tentang menjadi Narasum Jadi-Jadian Part 2.
Di SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, Kab. Seruyan, Kalimantang Tengah telah dibentuk sebuah komunitas Gerakan Menulis SMANSA (GEMES). Sebuah komunitas yang mewadahi para guru, siswa, serta alumni SMANSA Kuala Pembuang yang berdedikasi terhadap literasi serta memiliki keinginan untuk mengabadikan momen2nya lewat tulisan.
Kegiatannya meliputi berbagai hal yang ada kaitannya dengan menulis hingga menerbitkan sebuah buku. Antusiasme siswa dan guru sangat menakjubkan. SK kepengurusan serta program kerja tahunanpun dibuat.
Saya si paling sok sibuk kembali mau didapuk sebagai pemateri pada pertemuan pertama dengan mengusung tema Diksi sebagai Seni Berbahasa. Dibantu oleh moderator, seorang siswi cantik si paling mau direpotkan yang bernama Dilva Ananda Fahira.
Tentu saja langsung Saya oke-kan karena materinya sudah punya. Heheee ....
Tau enggak sih? Materi ini Saya bawakan sebagai bentuk kebanggaan sekaligus rasa terimakasih karena dapat reward dari pemateri di KBMN PGRI yaitu Ibu Maydearly. Beliau telah memilih resume Saya pada materi Diksi dengan Narasumber Beliau sebagai resume terbaik. Secara Saya baru kali itu mendapatkan reward selama 30 kali pertemuan. Makanya Saya antusias sekali mengimplementasikan materi ini di Komunitas GEMAS.
Sore harinya Saya dan Dilva breefing bagaimana cara menjadi moderator dalam seminar online. Ilmunya dari mana? Saya menggabungkan bagaimana cara kerja moderator-moderator di Komunitas Penulis Loka Media Riau dan KBMN PGRI.
Pada pelaksanaannya berjalan dengan baik, peserta cukup antusias dengan menghasilkan 3 pertanyaan. Untuk standar antusiasme pertemuan pertama itu sudah oke.
Mengutip jargon Omjay (founder KBMN PGRI) "Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi"
Sudah mulai kelihatan hilalnya Om, karena Saya berusaha menulis setiap hari. Buku antologi ke 20 sedang dalam proses, begitupun buku solo ke 4. Sudah pernah menjadi narasumber jadi2an, dan moderator. Alhamdulillah. Terimakasih Omjay dan TSO!
Semoga kedepannya semakin banyak literat muda yang sadar akan pentingnya menyebarkan kebaikan lewat tulisan.
Mulailah menulis sejak saat ini tanpa takut tulisan kita tidak akan ada yang membaca. Tulisan yang bermanfaat akan menemukan pembaca sejati.
Seruyan dini hari,
Salam Literasi!
Eka Yulia❤
Tautan materi.

Komentar
Posting Komentar