Tentang Caca dibedah pertamakali


 Tentang Caca Dibedah Pertama Kali

Assalamualaikum Wr, Wb.

Kegiatan dadakan sih sebenarnya, tujuannya untuk stimulus para calon penulis muda. Sebagai pemanasan juga untuk Komunitas Menulis "Gemes". 

Mari kita kenalan dulu dengan si bedah ini.

Apa itu Bedah Buku?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bedah buku merupakan diskusi yang membicarakan seputar isi buku. Bedah buku juga dapat diartikan sebagai suatu ajang untuk memperkenalkan isi buku kepada calon pembacanya secara singkat. Sehingga, bedah buku ini tidak hanya melulu membahas mengenai isi buku saja.

Akan tetapi, bedah buku ini juga berfokus pada latar belakang penulis mengapa mereka menuliskan tema tersebut dan apa tujuan dari penulisan buku tersebut. Termasuk juga alasan mengapa penulis membuat buku dan apa inspirasi yang mendorong penulis tersebut menulis buku yang diterbitkannya.

Nah, ternyata hakikat bedah buku itu seperti diatas. Bukan sebagai ajang kritikan cara penulisan, tata bahasa, dll. Biarlah itu menjadi urusan editor dan proofreader saja. Apakah bedah buku boleh dijadikan ajang promosi buku itu sendiri? Boleh banget. 

Manfaat Bedah Buku

Bedah buku juga memiliki manfaat baik bagi penulis, pembaca, maupun bagi penerbitnya. Berikut merupakan beberapa manfaat bedah buku dari segi penulis dan juga pembaca.

1. Manfaat Bedah Buku Bagi Penulis

Berikut manfaat bedah buku bagi penulis yang perlu diketahui dan mengapa harus mengadakan bedah buku.
  • Sebagai ajang personal branding. Seorang penulis melalui acara bedah buku dapat  memberikan kesan kepada calon pembacanya mengenai seberapa menarik buku yang ditulis dan bagaimana kualitas bukunya.
  • Meningkatkan penjualan buku karena semakin tinggi penjualan, maka royalti yang diperoleh juga semakin besar.
  • Memberi persuasi secara langsung kepada calon pembaca agar tertarik dan penasaran dengan isi buku.
  • Mendapat kepuasan tersendiri.
2. Manfaat Bedah Buku Bagi Pembaca

Berikut manfaat bedah buku bagi pembaca sehingga bisa mendapatkan buku yang sesuai dan tepat.

  • Menjadi lebih termotivasi membangun hal yang positif setelah mengikuti bedah buku,
  • Mendapatkan ilmu pengetahuan baru yang sebelumnya pernah diketahui,Pembaca mengetahui poin dan hal yang ingin dijelaskan di dalam buku,
  • Membantu pembaca yang merupakan calon penulis yang ingin menerbitkan buku.

Cara Bedah Buku Offline

Bedah buku secara offline/onsite atau tatap muka langsung dan online/daring
Tentu saja harus memahami bagaimana cara bedah buku yang benar dan baik.
  • Persiapan
  • Membuat outline tentang  isi bedah buku tersebut.
  • Menghadirkan orang yang ahli dalam kepenulisan atau paling tidak tokoh penggiat literasi. (Dari dispursip, penulis senior, serta guru/dosen bahasa) sebagai key speaker
  • Audien
  • Pemandu acara yang asyik
  • Doorprize jika perlu.
 Cara bedah buku offline bagi penulis.

Sebelum melakukan bedah buku di depan khalayak umum, Anda harus mempersiapkan peralatan dan bahan juga langkah-langkah persiapan bedah buku seperti yang akan dirinci di bawa ini.

A. Menyiapkan Peralatan Saat Bedah Buku

Pertama, siapkan dulu alat yang sekiranya diperlukan saat bedah buku:

  • Buku yang akan dibedah
  • Laptop atau tabletBuku untuk mencatat.
  • Alat tulis dan stabilo, Sticky notes atau post it.
B. Persiapan Bedah Buku

Setelah itu, ikuti beberapa langkah di bawah ini sebagai tahap persiapan sebelum memulai bedah buku di depan umum.

1. Mengkritisi

Hal pertama yang bisa Anda lakukan pada tahap persiapan adalah membedah buku mulai dari fisik buku seperti cover, kertas yang digunakan, ukuran buku, layout dari buku, gaya penulisan, isi dari buku, bagaimana fitur yang ada di dalamnya misalnya tali pembatas, dan lain sebagainya.

Kritisi bahan-bahan tersebut dan beri catatan pada temuan yang Anda dapatkan dalam bentuk fisik buku.

2. Menulis Argumen

Setelah itu, tulis bagaimana penilaian Anda mengenai catatan atau temuan yang Anda temukan tersebut, bisa mulai dari fisik buku, struktur buku, isi buku, bahkan bagaimana gaya penulisan pada setiap bab pada buku tersebut. Anda juga bisa memasukkan bagaimana interpretasi Anda mengenai buku tersebut.

Anda bisa melakukannya pada setiap bab atau secara menyeluruh berdasarkan pendapat dan pandangan Anda mengenai hal tersebut. Dengan demikian, akan membuat Anda lebih memahami isi dari tiap bab yang ada di buku tersebut.

3. Perkaya Referensi

Sebelum melakukan bedah buku, Anda perlu memperkaya referensi terlebih dahulu. Bisa dilakukan dengan melihat atau mencari review yang membahas buku tersebut di internet, YouTube, sosial media, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan agar Anda dapat mempertajam pemahaman mengenai buku yang akan Anda bedah.

Setelah itu, Anda bisa melakukan koreksi mengenai apa catatan yang sudah ditulis sebelumnya dan bagaimana pemahaman Anda dibandingkan dengan para pengulas lainnya.

4. Membaca Ulang Argumen

Terakhir, pastikan Anda membaca ulang argumen yang sudah Anda tulis dan tata ulang supaya lebih terstruktur sehingga mudah dibaca dan mudah dipahami oleh orang lain. Dari hasil yang sudah tertata tersebut, luangkan waktu untuk membaca ulang agar dapat memeriksa kesalahan dan juga kejanggalan yang ada di dalam hasil argumen Anda.

Setelah itu, Anda bisa melakukan bedah buku secara offline di depan banyak orang. Yang terpenting dalam melakukan bedah buku secara offline adalah kepercayaan diri dan keberanian berbicara di depan umum. Pada dasarnya, untuk mencapai level ini tentu ada kiat dan tipsnya.

Yang paling mudah adalah menganggap diri kita paling mengetahui masalah yang akan dibicarakan dan juga bagaimana Anda memahami tema atau topik yang lengkap sehingga audiens bisa mendapatkan informasi sesuai yang mereka butuhkan.


Melakukan Bedah Buku Online

Di era yang serba digital ini, semua hal seolah bisa kita temui di dunia digital atau online, salah satunya kegiatan bedah buku. Pada dasarnya untuk dapat melakukan bedah buku secara online, Anda tetap harus melakukan tahap persiapan yang sama dengan melakukan bedah buku offline.

Namun yang membedakan adalah bagaimana alat dan bahan serta pendukung lain yang dibutuhkan dalam melakukan bedah buku. Jika bedah buku offline membutuhkan tempat untuk pertemuan, maka bedah buku online ini membutuhkan sarana ruang meeting online, misalnya Zoom, Google Meet, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Anda perlu mempersiapkan dengan matang dan juga melakukan penjaringan audiens dan pendaftaran secara online agar banyak yang mengikuti dan juga dapat menjadi audiens atau peserta bedah buku online.

Persiapkan juga listrik dan juga jaringan internet yang stabil agar bedah buku secara online dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada halangan dan gangguan dari manapun.

Dikutip dari

Sudah punya buku karya sendiri yang siap dibedah?

Yuk, enggak usah takut dan ragu! Takutlah jika belum memulai apapun.

Semoga bermanfaat.

Salam Literasi!
Seruyan, 28 Maret 2023

Eka Yulia aka Agisty Puteri.❤
Tinggalkan jejakmu....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Sang Edelweiss